<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952</id><updated>2011-07-30T14:23:52.382-07:00</updated><category term='pemikiran'/><category term='Tips'/><category term='Curcol'/><category term='Latihan Essay'/><category term='Literatur Pribadi'/><category term='Review'/><title type='text'>in-inersia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-7949662608532499612</id><published>2011-02-09T05:44:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T07:08:10.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Pecah Perang</title><content type='html'>Nina kecil merasa senang saat mendapat oleh-oleh sebuah kalung dengan bandul bergambar kincir angin dan bunga tulip dari bude-nya.&lt;br /&gt;"Papa, bude habis dari Belanda ya?" tanyanya pada papa saat bude pergi ke dapur untuk mengambil minum.&lt;br /&gt;"Iya."&lt;br /&gt;Mata Nina mendelik tidak suka, "Ngapain bude ke sana? Belanda kan pernah menjajah kita?!" katanya sok tua.&lt;br /&gt;"Iya, tapi kita kan sekarang sudah damai. Sudah berteman lagi."&lt;br /&gt;Nina diam dan manggut-manggut. Dia pernah berfikir mungkin budenya pergi ke Belanda untuk memukuli orang-orang Belanda yang pernah menjajah Indonesia karena ia-pun merencanakan hal itu kala-kalau suatu hari dia pergi ke Belanda.&lt;br /&gt;Nina benci penjajah. Karena kata ibu guru di TK, penjajah membuat rakyat Indonesia menderita. Tapi memangnya anak kecil tahu apa soal menderita? Baginya menderita ya menderita. Menderita itu tidak enak.&lt;br /&gt;Tapi ayahnya bilang, kita sudah berdamai, jadi Nina tidak membenci Belanda lagi.&lt;br /&gt;Nina memercayai ayahnya. Baginya papa selalu benar karena papa pintar. Bahkan Nina percaya kalau papanya akan  bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan pembawa acara dan membawa uang satu milyar kalau-kalau papa ikut kuis di televisi yang terkenal itu .&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Jadi perang dunia itu sampai dua kali??" Nina kecil sampai berhenti memuntir rambutnya-kebiasaannya kalau sedang tiduran- saat neneknya bercerita tentang perang zaman dulu. Ngeri  juga dirinya membayangkan seluruh dunia ini bertengkar.&lt;br /&gt;"Iya..." nenek Nina memang selalu mendongeng sebelum mereka tidur ketika mereka saling menginap.&lt;br /&gt;"Jadi nanti ada perang dunia ke-3 dong?" tanya Nina penuh rasa ingin tahu.&lt;br /&gt;"Haha..." nenek Nina tertawa kecil, "Tidak mungkin, karena kita kan sudah berdamai." Perasaan kuatirnya sedikit terobati.&lt;br /&gt;Nina manggut-manggut. "Kayak apa rasanya tinggal di zaman perang nek?"&lt;br /&gt;"Hmm," gumam nenek. "Dulu nenek tinggal berpindah-pindah bersama mama dan papa nenek." Nina manggut-manggut lagi. "Sudah sekarang Nina tidur, nenek juga sudah capek bercerita."&lt;br /&gt;Tapi Nina kecil tidak bisa tidur, bahkan sampai neneknya tertidur pulas.&lt;br /&gt;"Nek..." gumam Nina pelan, "Nenek."&lt;br /&gt;"hmm..?" bahkan neneknya tidak membukakan mata.&lt;br /&gt;"Bener kan perang dunia ke-3 gak akan ada?"&lt;br /&gt;"Iya..."&lt;br /&gt;Baru Nina bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Anak-anak tumbuh dengan memercayai. Namun kepercayaan itu bisa cepat berganti kekecewaan ketika mereka mulai melihat sendiri. Melihat-beropini atau melihat-tidak mengerti lalu bertanya atau bisa juga melihat lalu mendebat.&lt;br /&gt;Kekecewaan pertama Nina adalah ketika ia diberi tahu kalau matahari tidak muncul di sela gunung dengan satu sungging senyum.&lt;br /&gt;Dan ketika ia menyadari bahwa mungkin saja papa tidak bisa memenangkan kuis dan membawa pulang uang satu milyar, ia sudah tidak seberapa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina menggenggam remot mengganti-ganti saluran tv-kebiasannya kalau sedang tiduran setelah mulai puber-. Nenek sudah jarang menginap, sudah jarang mendongeng. Nina pun sudah jarang menginap di rumah neneknya. Dia sekarang lebih suka menonton tv kalau akan tidur. Saluran tv-nya daritadi menayangkan berita soal kerusuhan di banyak negara. Kota porak-poranda. Wartawan-wartawan terjebak. Orang-orang terluka. Tempat-tempat jadi rebutan.&lt;br /&gt;Benda mati hancur. Benda hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menderita&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Mungkin dendam itu laten,&lt;br /&gt;mungkin rakus itu mendarah daging,&lt;br /&gt;mungkin kita memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;binatang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Nina mematikan tv dan menarik selimut, gumamnya, "mungkin perang dunia ke-3 bisa saja meletus."&lt;br /&gt;Dan ia sudah tidak kecewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-7949662608532499612?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/7949662608532499612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/02/pecah-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7949662608532499612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7949662608532499612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/02/pecah-perang.html' title='Pecah Perang'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-6115250202398398705</id><published>2011-01-30T17:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T18:25:46.704-08:00</updated><title type='text'>Zona Kampus 2011</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;p&gt;Zona Kampus selain diadakan untuk membantu adik-adik dalam menentukan pilihan mereka di perguruan tinggi juga sekaligus menjadi ajang reuni akbar tidak langsung bagi kami, Emperor SMAN 81 Jakarta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zona Kampus, bagi kami, Emperor, adalah lepas rindu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYXRLdQqfI/AAAAAAAAAIs/ER-1DaTBoPs/s1600/lc%2Bzonkam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYXRLdQqfI/AAAAAAAAAIs/ER-1DaTBoPs/s400/lc%2Bzonkam.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568163573190928882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lc, minus Anyndya Chandra Dewi yang masih UAS di Semarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYYJFQD-yI/AAAAAAAAAI0/7fZx4mghCYs/s1600/wc-.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYYJFQD-yI/AAAAAAAAAI0/7fZx4mghCYs/s400/wc-.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568164533597633314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;westcoast, XII.IPA.4, seperti yang pernah saya bilang, teman-teman yang membuat saya tidak berhenti tertawa dari jam tujuh pagi hingga setengah empat sore.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYa6JNUR7I/AAAAAAAAAI8/U4FUnyg9HI8/s1600/empror-.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYa6JNUR7I/AAAAAAAAAI8/U4FUnyg9HI8/s400/empror-.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568167575496705970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan..&lt;strong&gt;EMPEROR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bagian besar dari masa labil, menyampah, bermain, belajar, menangis, tertekan, kerja sama saat ulangan, bergosip. &lt;em&gt;SMA&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Emperor, jadi sekarang kita &lt;em&gt;mahasiswa&lt;/em&gt; ya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-6115250202398398705?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/6115250202398398705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/zona-kampus-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6115250202398398705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6115250202398398705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/zona-kampus-2011.html' title='Zona Kampus 2011'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TUYXRLdQqfI/AAAAAAAAAIs/ER-1DaTBoPs/s72-c/lc%2Bzonkam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-7376628083830457470</id><published>2011-01-25T19:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:42:51.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Pantai</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sambil minum robusta, pantai tetap saja pantai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;punya garis terlalu panjang,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pohon tinggi tapi tidak bikin rindang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-7376628083830457470?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/7376628083830457470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/pantai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7376628083830457470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7376628083830457470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/pantai.html' title='Pantai'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-5500558622995853782</id><published>2011-01-25T19:34:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:41:44.740-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Kaya Raya Berada</title><content type='html'>&lt;p&gt;Negeri ini bukan cuma satu-dua pulau, bukan cuma satu-dua galon air laut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Negeri ini terlalu kaya dan murah hati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti kemarin saja, negara tetangga baru saja kita beri hadiah gunung. Isinya emas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sini pengadilan juga mirip restoran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi jangan pesan keadilan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena persediaan terbatas, selalu habis sebelum jam makan siang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-5500558622995853782?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/5500558622995853782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kaya-raya-berada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5500558622995853782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5500558622995853782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kaya-raya-berada.html' title='Kaya Raya Berada'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-20391518209646253</id><published>2011-01-25T19:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:22:58.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Kita Belum Sarapan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aku sudah bilang, Dara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalau suka tidak perlu tunjuk dada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biar Bara tidak bisa lihat. Apalagi injak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lagipula, hari masih pagi, Dara, kita belum lagi sempat sarapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sudah bilang, Dara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cinta untuk Bara jangan terlalu membara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-Amara pada Dara&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-20391518209646253?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/20391518209646253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kita-belum-sarapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/20391518209646253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/20391518209646253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kita-belum-sarapan.html' title='Kita Belum Sarapan'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-8242091799633665212</id><published>2011-01-25T19:13:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:25:11.976-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Kamu rela jadi setan?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apakah kamu rela jadi setan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalau Tuhan memberimu bidadari paling cantik di surga?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah kamu rela jadi setan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalau dosaku terlalu banyak hingga harus masuk neraka?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-Dara pada Bara&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-8242091799633665212?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/8242091799633665212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kamu-rela-jadi-setan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/8242091799633665212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/8242091799633665212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/kamu-rela-jadi-setan.html' title='Kamu rela jadi setan?'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-3319160753039998269</id><published>2011-01-25T19:07:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:13:04.866-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kamu orang Indonesia? Apa kamu cinta bahasa-&lt;em&gt;nya&lt;/em&gt;?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seberapa luwes kita bilang thank you, tapi kepunyaan kita adalah terima kasih. &lt;em&gt;Terima kasih&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-3319160753039998269?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/3319160753039998269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3319160753039998269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3319160753039998269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-8226842499381387094</id><published>2011-01-25T18:56:00.001-08:00</published><updated>2011-01-25T19:05:50.987-08:00</updated><title type='text'>Salam Kenal Keluarga Baru :)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TT-Or1PEDSI/AAAAAAAAAIU/W8IyjU_crjI/s1600/fkg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TT-Or1PEDSI/AAAAAAAAAIU/W8IyjU_crjI/s400/fkg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566324548129000738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agak telat satu semester sih, tapi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;salam kenal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;keluarga baru saya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;FKG UNPAD 2010 :)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-8226842499381387094?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/8226842499381387094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/salam-kenal-keluarga-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/8226842499381387094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/8226842499381387094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2011/01/salam-kenal-keluarga-baru.html' title='Salam Kenal Keluarga Baru :)'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TT-Or1PEDSI/AAAAAAAAAIU/W8IyjU_crjI/s72-c/fkg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-3078532195736833258</id><published>2010-07-25T21:59:00.000-07:00</published><updated>2011-01-25T19:04:12.618-08:00</updated><title type='text'>West Coast Friendship</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0dimiQ5pI/AAAAAAAAAG4/IGBUQe3NCSg/s1600/west+coast.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0dimiQ5pI/AAAAAAAAAG4/IGBUQe3NCSg/s400/west+coast.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498083200386262674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0diGWTbfI/AAAAAAAAAGw/dkS0mU1rxd4/s1600/west+coast+lagi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0diGWTbfI/AAAAAAAAAGw/dkS0mU1rxd4/s400/west+coast+lagi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498083191746162162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0dh58_XTI/AAAAAAAAAGo/-AUh54tn5ec/s1600/west+coast1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 333px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0dh58_XTI/AAAAAAAAAGo/-AUh54tn5ec/s400/west+coast1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498083188418764082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka adalah teman-teman saya di tahun terakhir saya di SMA. Yang membuat saya kadang lupa pada tahun krusial yang sebenarnya tengah saya jalani. Sebagaimana kata-kata standar anak-anak SMA yang baru lulus, masa SMA terasa begitu singkat dan tidak terasa sudah kita lalui. Saya juga mau bilang itu, terutama pada kelas terakhir saya di SMA. Beberapa minggu lalu kami farewell di rumah Irham Khairin. Walaupun sayang juga karena ada beberapa yang tidak hadir, tapi saya sangat menikmati farewel itu. Kami menginap di rumah Irham pada malam final Piala Dunia 2010 dan nonton bareng pertandingannya. Hanya itu, hanya nonton bareng dan BBQ sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya belum apa-apa saya sudah kangen kelas ini. Saya kangen belajar fisika bersama Pak Suryo dan West Coast, suara gitar Gicung dan Sekar, ledekan-ledekan ala West Coast yang selalu 'kurang ajar' sebenarnya tapi juga selalu sukses membuat tawa seisi kelas, yah, saya kangen semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau bilang terima kasih, pada West Coast, XII IPA 4 Emperor, karena sudah membuat saya tidak berhenti tertawa dari jam tujuh pagi sampai setengah empat sore. Semoga sukses di tempat kita masing-masing nanti :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih banyak West Coast!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;P.S. : Din, Mud, Sab, &lt;/em&gt;Fan,&lt;em&gt; Bas, Zah, thanks for coloring my high school day. &lt;/em&gt;I love you&lt;em&gt; all dear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-3078532195736833258?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/3078532195736833258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/07/west-coast-friendship.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3078532195736833258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3078532195736833258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/07/west-coast-friendship.html' title='West Coast Friendship'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TE0dimiQ5pI/AAAAAAAAAG4/IGBUQe3NCSg/s72-c/west+coast.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-7855373741824102883</id><published>2010-07-09T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:06:46.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>VIRUS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;keliling - air liur - virion&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;tertusuk -pasrah - ya sudah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;memangnya salah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;tidak tahu - benar tidak mau&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;tolong jangan bilang-bilang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;nanti aku malu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-7855373741824102883?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/7855373741824102883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/07/virus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7855373741824102883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7855373741824102883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/07/virus.html' title='VIRUS'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-2086050097093294039</id><published>2010-06-26T09:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:08:04.000-07:00</updated><title type='text'>"Saya Merdeka dan Tidak Dijajah oleh Cinta Buta"</title><content type='html'>Pagi ini hujan, jas hujan dan payung warna-warni orang yang melintas menghiasi trotoar. Dua teman lama, bertemu lagi di kedai kopi. Dengan secangkir kopi dan sepiring wafel madu di hadapan mereka.&lt;br /&gt;“Jadi,” Hamidah berkata setelah menyesap kopinya. “Kenapa?”&lt;br /&gt;Yulia yang memang mengajak Hamidah untuk berjumpa lagi tersenyum kecil, “ini sesuatu yang susah dideskripsikan.”&lt;br /&gt;“Kakek saya ilmuwan, ayah saya dokter, saya mencintai ilmu pasti. Makanya saya merasa segalanya bisa dijelaskan. Segala hal punya definisi.”&lt;br /&gt;“Tapi ada beberapa hal yang lebih baik tidak kita ketahui definisinya, mungkin akan jadi terasa lebih sensasional ketika kita tidak tahu.”&lt;br /&gt;Hamidah tersenyum kecil. “Silakan saja kalau ingin berbagi.”&lt;br /&gt;Tentu saja Yulia tahu bagaimana insting Hamidah. “Patetis, saya merasa hilang kendali untuk hal ini. Saya merasa setir saya ada pada dia. Mungkin ini dependensi berlebihan yang saya tahu berbahaya, masalahnya saya tidak tahu bagaimana mengatasinya. Saya panik saat menyadari bahwa apapun perasaan ini jadi lebih complicated. Apalagi ketika menyadari bahwa ada beberapa poin dari dia yang perlahan berubah.” Dia terdiam lalu melanjutkan “Walaupun terlalu naif kalau kita menjajikan pribadi yang tidak akan berubah. Kita semua berkembang, kita berubah karena interaksi. Interaksi sosial yang berjalan otomatis. Yah, memang ada hal-hal alami yang tidak bisa kita ubah.”&lt;br /&gt;“Dunia ini kan memang bukan plastisin, Yulia.”&lt;br /&gt;“Saya ingin tahu Hamidah, apa menurut anda cinta punya makna ambigu? Atau justru indefinit?”&lt;br /&gt;“Menurut saya, cinta itu universal, dan tidak sedangkal satu tangkai mawar, cinta itu rela menghisap ingus bayinya dengan mulut, cinta itu berani melawan senapan dengan bambu runcing, dan saya kurang yakin cinta butuh krim anti-aging.”&lt;br /&gt;“Cinta bisa menjadi polydefinit, ingat, cinta juga bisa berarti kecocokan feromon.  Tidak selamanya cinta itu indefinit. Saya penasaran, apa anda &lt;em&gt;masih&lt;/em&gt; menyayanginya?”&lt;br /&gt;“Iya. Yang definit itu kebersamaan, kebersamaan butuh alasan, tentu saja saya menyayanginya, tapi itu bukan alasan untuk sebuah kebersamaan.”&lt;br /&gt;“Lalu?”&lt;br /&gt;“Zona nyaman. Dan juga mungkin adiksi. Tahu kan, satu perasaan kehilangan kalau sedang tidak bersama-sama. Maka, ketika saya mulai bertanya-tanya kenapa &lt;em&gt;fluktuasi hormon&lt;/em&gt; saya terasa selalu tinggi kalau bersamanya dan satu hari tanpa kebersamaan terasa seperti &lt;em&gt;istirahat &lt;/em&gt;saya pikir saya tidak punya alasan lagi untuk sebuah kebersamaan.”&lt;br /&gt;“Dan anda merealisasikan pikiran itu,” ujar Yulia.&lt;br /&gt;“Mumpung kami belum punya anak dan harta kami belum banyak,” Hamidah menjawabnya dengan canda.&lt;br /&gt;“Tapi kan kalian memang belum menikah,” Yulia tidak menganggapnya sebagai kelakar. “Saya selalu tahu bahwa mendefinisikan sesuatu bisa men-simplified segalanya. Mendefinisikan bisa berarti ‘membuat batasan’.  Tahu kan kata-kata ‘kalau kau sedang bingung kembalilah ke definisi awal’, tapi saya ragu apakah ini memang hanya sekedar soal definisi mendefinisikan.”&lt;br /&gt;“Ini soal apa yang didefinisikan, dalam hal ini tujuan atau bisa kita sebut, harapan, memangnya anda berharap ini semua akan berakhir pada apa? Pernikahan? Entahlah, tapi umur kita belum mencapai seperlima abad dan belum ada embel-embel gelar tanda lulus strata I pada nama kita.”&lt;br /&gt;“Kita masih muda, labil dan punya banyak mimpi. Lalu? Lalu apa yang saya cari? Saya mengatakan bahwa dia masih zona nyaman saya disaat yang sama ketika apapun yang dia lakukan terasa menyebalkan. Dan saya tidak mengambil langkah seribu.”&lt;br /&gt;“Tidak masalah kalau anda punya toleransi tinggi terhadap cita rasa, itu pilihan. Tapi punya konsekuensi. Apakah dengan kata lain anda mengatakan bahwa sebenarnya anda tersiksa?”&lt;br /&gt;“Tidak, tentu saja tidak,” Yulia berkata dengan nada kelugasan yang perlahan turun sampai akhir kalimatnya.&lt;br /&gt;“Sebenarnya anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan. Saya percaya segala hal punya cara untuk dinikmati.”&lt;br /&gt;“Apakah di saat seperti ini seharusnya saya jujur pada diri sendiri?”&lt;br /&gt;“Tentu saja kapanpun kita harus jujur.”&lt;br /&gt;“Sebenarnya saya hanya mengharapkan kebersamaan.”&lt;br /&gt;“Kalau saya,” sergah Hamidah. “Tidak bisa menikmati kopi dengan gelas plastik.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-2086050097093294039?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/2086050097093294039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/06/saya-merdeka-dan-tidak-dijajah-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2086050097093294039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2086050097093294039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/06/saya-merdeka-dan-tidak-dijajah-oleh.html' title='&quot;Saya Merdeka dan Tidak Dijajah oleh Cinta Buta&quot;'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-5011845652268218759</id><published>2010-06-25T00:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T01:42:39.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>Ulasan Buku Dan Brown</title><content type='html'>Dan Brown dikenal sebagai penulis novel-novel thriller best seller internasional. Ilmu pengetahuan, tradisi kuno dan perkumpulan rahasia menjadi topik-topik kesukaannya. Saya adalah pembaca karya-karyanya, Digital Fortress, novel pertamanya yang saya baca menumbuhkan kesukaan saya pada novel-novel thriller. Dan inilah review buku-bukunya (diurutkan sampai novel paling favorit). &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. DECEPTION POINT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRmKlgSViI/AAAAAAAAAFI/-ESu6TQv-3c/s1600/deception-point-muka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486622578096363042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 204px; CURSOR: hand; HEIGHT: 237px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRmKlgSViI/AAAAAAAAAFI/-ESu6TQv-3c/s200/deception-point-muka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Berawal dari sebuah penemuan NASA di Milne Ice Shelf membawa Rachel Sexton, seorang analis NRO, ke tengah arctic bersama Michael Tolland seorang pembawa acara tv dan tiga orang lainnya untuk memverifikasi kebenaran penemuan NASA ini. Penemuan ini sangat berarti bagi NASA setelah berbagai kegagalan yang dicapai pada penemuan sebelumnya. Kegagalan NASA ini dimanfaatkan oleh Senator Sedgewick Sexton, kandidat calon presiden yang juga ayah Rachel Sexton sebagai kampanye untuk mengalahkan Presiden Zachary Henrey dalam pemilihan presiden yang akan dilangsungkan.&lt;br /&gt;Tim verifikasi itu ternyata menemukan keganjilan pada penemuan NASA dan menemukan bahwa mereka menjadi sasaran Delta Force dan satu persatu titik muslihat itu mulai memudar.&lt;br /&gt;Konspirasi tingkat tinggi dan penemuan mengejutkan mengenai kehidupan diluar sana kurang lebih itulah yang ditawarkan Dan Brown dalam buku ini.”&lt;br /&gt;Buku ini buku Dan Brown yang tidak terlalu membuat saya keranjingan membaca. Entah karena saya tidak terlalu suka dengan topik politik yang diusungnya atau karena saya yang sudah mulai hafal dengan pola-pola penceritaan Brown, tapi sama saja, saya tetap merasakan sensasi seru dan puas setelah membacanya. Tidak ada buku Dan Brown yang tidak patut diacungi dua jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. THE LOST SYMBOL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRlCelmJHI/AAAAAAAAAFA/ISTiaAZ0vZI/s1600/the-lost-symbol-cover.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486621339289003122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 180px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRlCelmJHI/AAAAAAAAAFA/ISTiaAZ0vZI/s200/the-lost-symbol-cover.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Perpaduan antara dendam pada keluarga Solomon dan keinginan buta untuk memiliki piramida kelompok persaudaraan Freemasonry menjadikan Mal’akh, tokoh antagonis dalam buku ini tampak seperti psikopat. Menyamar sebagai asisten Peter Solomon, ia berhasil membawa Robert Langdon ke Washington dengan maksud memecahkan simbol tempat dimana piramida Mason itu merujuk Kata yang hilang untuknya.&lt;br /&gt;Robert Langdon tidak menyangka kunjungannya ke Washington bukanlah untuk memenuhi undangan ceramah, tapi undangan lain. Undangannya berupa tangan kanan teman sekaligus tutornya, Peter Solomon yang ditaruh begitu saja di Rotunda dengan telunjuk dan jempol mengarah ke atas dan tiga jari lainnya mengepal. Langdon menemukan simbol pada tiap jari Peter, simbol-simbol persaudaran Freemasonry. Peter Solomon adalah seorang Mason derajat ke-33, derajat paling tinggi dalam persaudaraan itu.&lt;br /&gt;Katherine Solomon, adik Peter Solomon dan ilmuwan dalam bidang ilmu Noetic bersama Robert Langdon mengungkap simbol kuno Mason yang ternyata tersebar di seantero Washington.”&lt;br /&gt;The Lost Symbol adalah buku terakhir Dan Brown yang saya baca, dan memang baru rilis September tahun lalu. Mungkin lagi-lagi saya sudah terlalu hafal dengan pola Dan Brown jadi ada beberapa bagian yang mungkin seharusnya “adrenalin” saya terpacu tapi malah biasa saja. Tapi itu hanya di beberapa bagian buku ini. Secara keseluruhan buku ini sangat seru dan mendebarkan. Dan saya suka simbol. Saya suka kode. Makin meningkatkan interest saya dengan buku ini. Selain itu, Freemasonry adalah kelompok persaudaraan yang agak lebih familiar dibanding dengan kelompok persaudaraan manapun yang pernah dibahas Dan Brown, sehingga cerita ini terasa lebih intens. Dengan tebal 700-an halaman anda akan kaget sendiri dengan speed membaca anda yang tiba-tiba meningkat. Ya, membaca buku ini membuat anda terus menerus penasaran sehingga ingin cepat sampai di akhir halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. DIGITAL FORTRESS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRkMkJZprI/AAAAAAAAAEw/3uzoQfeeyps/s1600/digital+foetres.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486620413068420786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRkMkJZprI/AAAAAAAAAEw/3uzoQfeeyps/s200/digital+foetres.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; “Bercerita mengenai TRANSLTR, mesin pemecah kode milik NSA. Dengan mesin ini NSA memiliki akses tidak terbatas pada akun-akun pribadi atas nama keamanan nasional. Masalah bermula pada saat direktur NSA, Commander Trevore Strathmore mendapat sebuah kode alogaritma dengan menyadap email Ensei Tankado, mantan pegawai NSA yang tidak memiliki idiologi yang sama dengan NSA. Menurut Tankado, kode ini adalah kode yang tidak terpecahkan. Buktinya, kode ini memang tidak terpecahkan, TRANSLTR yang biasa memecahkan kode dalam hitungan detik tiba-tiba membutuhkan waktu berjam-jam untuk memecahkannya dan masih tidak berhasil.&lt;br /&gt;Hal inilah yang membuat Susan Fletcher, kepala Kryptografi NSA, harus lembur di hari seharusnya ia dan tunangannya David Becker berakhir pekan. Tanpa sepengetahuannya, Strathmore mengirim David ke Seville, Spanyol untuk menemui Tankado dan mengambil kode yang dipercaya terukir di cincinnya. Tapi percuma, karena Ensei Tankado telah mati dan cincin itu menghilang.&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah sebenarnya adalah, kode tersebut harus dipecahkan dalam kurun waktu tertentu, jika tidak kode tersebut akan merusak sistem keamanan penyimpanan arsip rahasia Amerika Serikat sampai anak kelas 5 SD akan bisa mengaksesnya. Quote yang saya suka dalam novel ini adalah ‘Quis custodiet ipsos custodes’, siapa yang akan mengawasi pengawas.”&lt;br /&gt;Ini adalah novel Dan Brown yang menurut saya paling romantis. Kode dari David Becker untuk Susan Fletcher, tanpa lilin, atau sin cera atau sincerely muncul lagi dibuku The Lost Symbol (kode ini yang membuat saya berfikir buku ini romantis). Kodenya sungguh tidak terduga dan riset Dan Brown untuk buku ini hebat. Saya ketakutan saat membaca klimaks novel ini, Dan Brown hebat menggambarkan suasana dan membuat pembaca benar-benar merasa berada di area abu-abu NSA dan mengalami sendiri perjalanan David Becker di Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. THE DA VINCI CODE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRjFd1M9lI/AAAAAAAAAEg/mlv8W2Q4K20/s1600/davinci.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486619191602378322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 193px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRjFd1M9lI/AAAAAAAAAEg/mlv8W2Q4K20/s200/davinci.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Kematian kurator Museum Louvre pecinta dualisme, Jacques Sauniere meninggalkan banyak misteri dan rahasia. Rahasia tentang Holy Grail yang memang jadi incaran banyak kolektor dan sejarahwan merupakan harta dari Priory of Sion yang harus dilindungi Jacques sebagai ketua persaudaraan ini. Robert Langdon dijadikan tersangka utama pada kasus pembunuhan kurator ini. Ia pun menjadi buruan internasional bersama Sophie Neveu, cucu sang kurator sekaligus memecahkan kode-kode Jacques Sauniere mengenai Holy Grail.&lt;br /&gt;Pengejaran itu melewati berbagai macam tempat bersejarah di&lt;img class="gl_photo" alt="Tambah Gambar" src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" border="0" /&gt; Prancis dan kode-kode dalam buku ini sungguh total dalam dualisme-nya.&lt;br /&gt;Keberadaan Opus Dei sebagai sekte katolik yang juga menginginkan Holy Grail itu menambah rumit cerita ini.”&lt;br /&gt;Ini merupakan buku Dan Brown yang paling kontroversial karena menceritakan berbagai entah mitos atau fakta suatu agama. Buku ini membuat saya tidak bisa berhenti membaca, karena campuran rasa penasaran dan –lagi-lagi- ketakutan saat membaca chapter demi chapter. Kode-kode dalam buku ini juga hebat karena dualisme-nya itu. Dan lagi-lagi, benar-benar membuat pembaca merasakan petualangan itu sendiri.&lt;br /&gt;Perhatian dunia terhadap buku ini tercurah dari buku-buku yang menjawab novel ini. Dan Brown dihujat banyak kalangan karena kontroversi yang melibatkan Gereja Katolik Roma. Akurasi riset Brown juga dipertanyakan oleh beberapa kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. ANGELS AND DEMONS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRn-MjwfqI/AAAAAAAAAFQ/kAOvKY_TQUQ/s1600/angels+demon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486624564264861346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 219px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRn-MjwfqI/AAAAAAAAAFQ/kAOvKY_TQUQ/s200/angels+demon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Pembunuhan Leonardo Vettra seorang ilmuwan CERN dan pencurian antimateri (energi alternatif masa depan yang bisa dijadikan senjata pemusnah) menjemput Robert Langdon untuk melakukan petualangan luar biasa. Di dada sang ilmuwan tercetak stempel lambang persaudaraan Illuminati yang menurut Langdon persaudaraan ini sudah tidak ada lagi. Tapi mau tidak mau Langdon harus memercayai keberadaan kelompok ini karena tidak ada orang di luar kelompok ini yang bisa membuat stempel ambigram tersebut dan hanya itu petunjuk untuk melacak keberadaan antimateri .&lt;br /&gt;Langdon dan Vittoria Vettra, anak angkat Leonardo Vettra berangkat ke Vatican, di sana sedang dilaksanakan pemilihan Paus. Empat orang kardinal diculik dan mereka harus menghadapi kenyataan bahwa terdapat hubungan antara penculikan kardinal dengan kematian Leonardo Vettra.&lt;br /&gt;Konflik utama buku ini sebenarnya adalah sinisme Gereja Katolik Roma (dalam hal ini sang kardinal) terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.”&lt;br /&gt;Hebat. Dimulai dari kode ambigram, konten cerita, pendeskripsian latar sampai kemahiran Dan Brown dalam menuturkan setiap scene cerita membuatnya patut diberi standing ovation. Saya kembali ketakutan sendiri di kamar saat membaca. Pembaca juga akan kembali dibuat kaget dengan speed membaca mereka.&lt;br /&gt;Ketika baru selesai membaca novel ini, saya sangat penasaran mengenai bagaimana versi film-nya. Saya sangat penasaran mengenai stempel ambigram Illuminati tersebut dan latar-latar tempat dalam novel ini. Tapi menurut teman saya, cerita ini tidak akan mungkin di film-kan karena ceritanya lebih kontroversial daripada The Da Vinci Code (memang lebih kontroversial). Namun ketika film ini keluar, saya memilih untuk tidak menonton, karena ternyata saya takut kecewa dengan filmnya yang mungkin bisa merusak imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brilian dan kontroversial merupakan perpaduan pada novel-novel Dan Brown. Walaupun pola yang diterapkan dalam tiap novelnya memiliki kemiripan namun kelugasannya dalam menceritakan berbagai latar tempat, kemahirannya dalam menghidupkan suasana cerita, konten yang kaya konflik, komplikasi cerita bisa terpadu dalam satu kesatuan utuh. Ditambah kekuatan riset mendalam dan total dari Dan Brown yang membuat pembaca makin mengapresiasi karyanya. Walaupun seringkali akurasi riset Dan Brown dipertanyakan berbagai pihak, tapi walaupun seandainya riset itu tidak akurat tetap saja tidak bisa disangkal bahwa novel Dan Brown memang lebih cerdas dan passionable ketimbang novel thriller biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-5011845652268218759?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/5011845652268218759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/06/dan-brown-dikenal-sebagai-penulis-novel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5011845652268218759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5011845652268218759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2010/06/dan-brown-dikenal-sebagai-penulis-novel.html' title='Ulasan Buku Dan Brown'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TCRmKlgSViI/AAAAAAAAAFI/-ESu6TQv-3c/s72-c/deception-point-muka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-7186768521260750240</id><published>2009-12-27T21:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T17:48:08.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latihan Essay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Mari Definisikan Ulang Tujuan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Adalah suatu fakta, bahwa fungsi sekolah sebagai tempat seorang anak mengenal berbagai macam karakter, belajar membaca i-ni i-bu bu-di telah bergeser.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai siswa kelas dua belas sma yang dituntut banyak hal, saya menyadari bahwa, saya pergi ke sekolah bukan untuk menjadi pintar, tapi untuk mengejar tujuan saya masuk perguruan tinggi negeri. Tahun terakhir saya di sma kemarin, saya akui memang bukan tahun terbaik, tapi malah tahun paling tidak produktif sepanjang hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendidikan Indonesia, yang kalau mau diibaratkan sebagai kutub senama, segalanya saling tolak-menolak dari berbagai sisi. Pemerintah dengan segala kuasa dan wewenangnya telah mengubah wajah pendidikan menjadi sesuatu yang punya nilai mati, menjebak dan bisa disamaratakan. Murid, pergi ke sekolah dengan perasaan datar tanpa motivasi, gagal meraba tujuan mereka mengetahui –pH-asam-lebih-kecil-dari-tujuh untuk apa. Guru, sebagian tidak menjalankan peran mereka sebagai pendidik tapi hanya sebagai pengajar. Sekolah, yang tiba-tiba menjadi gila sertifikasi, mulai dari ISO, SBI dan segala macam status prestise omong kosong lainnya. Politikus, semakin getol saja menjadikan pendidikan sebagai alat politik. Bimbel yang semakin sadar bahwa mereka dibutuhkan langsung pasang ancang-ancang untuk meraup profit sebanyak mungkin dengan meningkatkan dependensi anak-anak akan rumus cepat, meracuni fikiran pelajar bahwa jalan pintas selalu bisa dijadikan solusi. Akibatnya fenomena seorang anak mengenal huruf a sampai z di sekolah telah bergeser. Semua telah berganti dengan semangat kejar setoran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sekolah Bertaraf Internasional&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat menempuh hidup baru untuk sekolah saya dengan status barunya. Jujur saja saya masih bingung dengan ‘taraf Internasional’ di sini itu apa. Karena dengan status itupun, saya masih belajar dalam bahasa Indonesia, hanya sesekali ujian dalam bahasa ‘bilingual’ yang jujur saja agak maksa. English day pun tidak efektif. Tapi saya lebih bingung pada tujuan dari itu semua. Untuk apa kita belajar dalam bahasa lain atau bahasa campur-campur kalau transfer ilmu dari guru ke murid tidak berhasil? Memang, untuk lebih berkembang kita harus lebih terbuka akan hal-hal baru dan punya acuan dari banyak sumber. Tapi tidakkah kita bangga menjadi orang Indonesia sampai harus maksa ulangan agama pakai bahasa orang? Ya sudahlah, status Sekolah Bertaraf Internasional cukup keren juga kok.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ujian Akhir Nasional hampir membutakan hati pelajar Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adanya UN tanpa sadar telah membentuk stigma pelajar menjadi UN oriented. Belajar hanya untuk UN karena standar lulus adalah UN. Kelas dua SMA itu bagai cuti panjang untuk kami karena kami tidak punya ‘tuntutan apa-apa’. Itulah yang membuat UN menjadi ide buruk. UN menempa mental kami menjadi mental hasil akhir, belajar karena tuntutan, bukan karena kesadaran bahwa setiap manusia punya kebutuhan belajar untuk mengembangkan diri. Hasilnya, sekolah hanyalah di tahun terakhir, kelas dua SMA tinggal bersantai. Apalagi di sekolah saya urusan nilai bukanlah perkara sulit. Standar kelulusan minimal yang cukup menjulang (nilai minimal kami untuk tidak remedial adalah80) telah membantu menyamarkan ‘keadaan otak’ kami yang sebenarnya. Saat ujian tampaknya sih pengawasan begitu ketat, soal susah, dengan dua pengawas untuk tiap ruangan, wow kesannya sih udah paling oke. Jangan kaget kalau nilai asli kami banyak yang dibawah 60. Tapi untuk remedial, jangan ditanya, saya pernah remedial di lapangan takraw saking gak ada kelas yang muat, iyalah, orang yang remed satu angkatan! Bisa dinilai sendiri tingkat kondusifitas remedial seangkatan di lapangan takraw kayak apa. Dan hari pembagian rapor menjadi hari bahagia untuk semua. Para orang tua tersenyum bangga melihat angka-angka indah di rapor anak mereka tanpa mengetahui seperti apa sebenarnya cara anak-anak mereka mendapat nilai gemilang itu. Sudahlah, mari kita tutup hari-hari suram kelas dua SMA, singkat cerita setelah kami dinyatakan naik kelas, kami baru pontang-panting belajar untuk UN dan tes masuk PTN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Issue mengenai adanya remedial untuk UN membuat saya ingin tertawa. Menurut saya kebijakan pemerintah yang satu ini mematahkan kebijakan UN sebagai standard kelulusan satu-satunya. Solusi adanya remedial bukanlah solusi bijak yang menyelesaikan masalah untuk menanggapi tuntutan kami pelajar. Karena jujur saja remedial yang berlaku pada ulangan harian saja telah mendidik kami para pelajar menjadi bermental ‘solusi jalan tengah’. Tidak perlulah remedial UN, remedial ulangan harian saja membuat kami punya excuse kalau tidak belajar, “ya udahlah remed kan gampang paling satu-dua soal, abis itu nilai langsung 80.” &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Saya setuju kalau UN tetap diadakan, karena tanpa tuntutan itupun pada dasarnya tugas kami memang belajar, karena itulah kami disebut pelajar. Tetapi keberadaan UN bukan untuk standar kelulusan siswa, menurut saya lebih relevan jika pelaksanaan UN digunakan sebagai standardisasi guru sekaligus pemetaan sekolah. Sehingga hasil akhir dari pelaksanaan UN merupakan sebuah data pemetaan kualitas sekolah sehingga pemerintah punya gambaran mengenai kualitas sekolah yang sudah baik maupun sekolah yang  ‘perlu dibantu’.&lt;br /&gt;Jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri dan BOP yang mencekik leher&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beberapa tahun belakangan ini, ketika pemerintah perlahan-lahan memberikan wewenang otonomi kampus kepada PTN, menyebabkan perguruan tinggi negeri harus mencari pemasukan lebih giat. Hasilnya berbaagai ujian mandiri dengan kuota tidak tanggung-tanggung Banyak berlangsung belakangan ini. Dan sebagaimana ujian mandiri-ujian madiri pada umumnya, uang pangkal tentu lebih besar dan sangat ‘timpang’ jika dibandingkan dengan uang pangkal jalur masuk via SPMB dengan kuota lebih sedikit. Hal ini semakin menjadikan pendidikan adalah barang mewah yang tak terjangkau. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian juga dengan halnya ketimpangan passing grade pada universitas di daerah dengan di pusat. Menunjukkan dengan jelas pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia belum tercapai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadaan signifikan akan Indonesia dan Jepang saat ini, dimana Jepang sudah menjadi negara industri maju sementara Indonesia masih berkutat dengan masalah kelaparan, padahal hari kemerdekaan kita hanya berselang 3 hari dari hari kehancuran Jepang. Mungkin kita pernah mendengar cerita bahwa hal yang pertama kali ditanyakan oleh kaisar Jepang setelah kekalahan negaranya adalah, “masih ada berapa guru yang tersisa?” Menunjukkan begitu concern-nya bangsa ini akan masalah pendidikan. Sementara di negara kita, pendidikan menjadi sangat rumit secara teknis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Mari kita bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bersekolah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama hampir dua belas tahun hidup sebagai murid, pernahkah kita memikirkan tentang hal apa saja yang saya dapatkan dari sekolah? Mungkin saat ini kita belajar keras untuk mempersiapkan diri menghadapi serangkaian ujian masuk PTN/PTS, UN, UAS dan lain sebagainya. Semua tujuan itu mulia dan baik apalagi disertai embel-embel untuk membahagiakan kedua orang tua. Tapi apa yang sebenarnya kita dapatkan selama dua belas tahun ini? Cara memasukkan angka ke dalam rumus? Selembar ijazah dengan nilai palsu yang sebenarnya kurang merefleksikan isi otak? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itulah, saya merasa perlu mendefinisikan ulang tujuan pendidikan, bagi murid, tujuan pergi ke sekolah. Begitu sederhana bukan? Saya takut hanya membuang-buang waktu kalau ternyata tidak ada yang saya dapatkan setelah bertahun-tahun saya sekolah. Bukankah tujuan pendidikan yang tersirat adalah mencerdaskan kehidupan bangsa? Maka sudah seharusnya setelah kita ke sekolah seharian kita menjadi cerdas. Dari tidak bisa menjadi bisa, dari otak kosong menjadi berisi. Bukan sekedar dari tidak punya nilai jadi punya nilai. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang suatu pilihan bagi murid, untuk menjadikan hari-harinya di sekolah seperti apa. Apakah untuk sekedar mendapat rapor dan  ijazah atau mendapat hal-hal baru yang memuaskan kebutuhan berfikirnya. Tapi bukankah sangat sayang kalau setelah cape seharian di sekolah yang kita dapatkan hanya sepaket nilai, sementara keberadaan ilmu itu sendiri malah diabaikan. Bukankah kalau kita benar-benar belajar dengan niat tulus diri kita akan diperkaya dengan hal baru sekaligus menguak kebesaran Tuhan lewat ilmu-ilmu yang kita pelajari? Maka itu, tujuan lulus UN dan dapat PTN bergengsi dengan passing grade selangit bisa dibilang hanyalah tujuan dangkal pergi ke sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut saya lulus UN dengan nilai gemilang, dapat PTN bagus adalah target dan bukan tujuan. Sayang, disaat seharusnya target dan tujuan berjalan seiring, hal ini tidak terjadi di sini. Banyaknya tuntutan telah menggeser tujuan awal pendidikan. Tujuan pendidikan menurut saya adalah mewujudkan bangsa mandiri dan berbudaya. Tapi mari kita lihat banyaknya angka pengangguran, bukan berarti mereka tidak sekolah, banyak diantara mereka yang lulus strata satu alias sarjana. Tapi kenapa masih jadi pengangguran? Salah satu kegagalan pendidikan. Pendidikan kita sayangnya hanya mengajarkan teori tapi tidak cara mandiri dalam menyelesaikan masalah. Bangsa kita sudah terbiasa dengan mental konsumtif bukan produktif. Pendidikan kita, tidak memerdekakan anak-anaknya dari perasaan terjajah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi wajar saja kalau orang Indonesia banyak yang amoral.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kalau sudah begini salah siapa?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut saya kesalahan terletak pada tidak adanya keseimbangan antara satu dan lain pelaku pendidikan. Pemerintah menuntut murid dan guru dengan standar UN-nya. Murid menuntut pemerintah untuk merombak sistem pendidikan. Untuk mencapai tujuan dari pendidikan diperlukan kerja sama dari seluruh pelaku pendidikan. Semuanya harus bergerak, saling menuntut tidak akan membuat kemajuan. Jadi sebagai murid, mari kita belajar yang benar atas kesadaran sendiri, atas pemenuhan kebutuhan masing-masing. Kuak sendiri ilmu-ilmu itu sebanyak mungkin. Jangan menuntut apa-apa kalau kita belum melaksanakan kewajiban sesuai kapasitas kita sebagai murid.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Bisa dibilang penyesalan terbesar saya sepanjang hidup adalah penyesalan saya akan tahun kemarin yang sia-sia (saya menyebutnya sebagai fase menyampah di sma), seharusnya saya habiskan rasa ingin tahu saya, kehausan saya akan ilmu karena tahun kemarin adalah tahun tanpa tuntutan ini-itu. Tapi pada kenyataannya saya lebih banyak main-main di sekolah, belajar sekedarnya saja kalau mau ulangan. Padahal seharusnya banyak hal yang saya dapat, cakrawala berfikir saya mestinya sudah sangat luas setelah dua belas tahun bergumul dalam dunia penddidikan sebagai murid. Tapi memang tidak ada gunanya menyesal, dan saya berharap agar ilmu yang susah-susah saya dapat ini tidak sia-sia dan menjadi ilmu sekali pakai, seetelah ujian silakan buang.&lt;p&gt;Mari definisikan ulang tujuan kita berangkat sekolah tiap pagi. Benarkah tujuan kita hanya untuk selembar ijazah? Kenapa kita tidak mulai berniat pergi ke sekolah untuk membentuk karakter dan menjadi manusia mandiri? Bukankah nilai bisa dibuat atau dimanipulasi, tapi isi otak? Ya ampun, sesungguhnya kan ada banyak hal yang bisa kita gali dari sebuah institusi bernama sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-7186768521260750240?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/7186768521260750240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/12/mari-definisikan-ulang-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7186768521260750240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/7186768521260750240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/12/mari-definisikan-ulang-tujuan.html' title='Mari Definisikan Ulang Tujuan Pendidikan'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-2046521138455586314</id><published>2009-12-27T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:05:24.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Pengaturan Finansial</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hai para blogger yang kebanyakan sudah tidak produktif lagi karena pesona twitter yang lebih responsif ini mengalihkan perhatian. Lama tak jumpa (postingan saya akhir-akhir ini selalu diawali dengan kalimat ini ya? Saya kurang produktif ni). Entah apakah kurang sopan postingan saya setelah vacum beberapa bulan malah membahas masalah finansial. Haha. Tapi bisa dibilang ini adalah kegundahan saya sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhir-akhir ini saya semakin menyadari bahwa, saya sangat tidak pandai mengatur uang. Uang saya selalu menipis untuk “jajan-jajan kecil tapi banyak”. Padahal ibu saya selalu memberi uang jajan lebih. Entahlah, akhir-akhir ini terasa sulit untuk menabung. Padahal dulu saya selalu menabung walaupun hanya seribu dua ribu sehari, tapi saya bisa pastikan setiap hari saya menabung. Ya ampun, menabung bisa dibilang kebiasaan paling sehat yang pernah saya jalani. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jumlah tabungan adik saya 3 kali lipat dari tabungan saya. Padahal jelas uang jajannya lebih kecil dari uang jajan saya. Itu mungkin karena dia gak perlu tergoda untuk membeli nail buffer ataupun lip gloss dari katalog temannya, atau dia tidak perlu merasa tiba-tiba butuh bando untuk cuci muka, dia juga gak butuh organizer untuk menulis-nulis, kertas HVS bekas cukup untuknya, oh, sebenarnya bahkan ia gak pernah nulis-nulis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perilaku tidak terencana saya ini sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi yang menjadi masalah adalah kenyataan bahwa saya belum punya penghasilan sendiri. Tidak masalah kalau saya jadi gadis hedonis nan konsumtif kalau saya sudah punya sarang uang sendiri, tapi kan penunjang hidup saya satu-satunya adalah orang tua, dan ibu saya bilang kalau semenjak muda kita harus menghargai uang, dan darimana ia datang (ibu saya selalu mengulang ceramahnya yang satu ini setiap kali melihat bapak-bapak pemungut sampah, anak muda yang berjualan aqua di jalan, ibu penjual sapu yang mederita cacat tangan dan lain sebagainya). &lt;strong&gt;Etos kerja, itulah yang ingin ibu saya tekankan pada saya untuk dihargai.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Belum lagi mengingat tahun depan mungkin saya akan tinggal jauh dari orang tua karena kuliah di luar kota, bagaimana kalau saya masih gegabah dalam mengurus keuangan pribadi? Mungkin saya bisa menghabiskan uang jajan saya seminggu karena tergoda beli donat selusin atau pensil mekanik warna-warni yang sebenarnya tidak saya butuhkan. Tidak, itu hanya mimpi buruk.&lt;br /&gt;Karena itulah saya berfikir harusnya saya punya trik untuk mengurus finansial saya mengingat saya begitu banyak jajan. Dan inilah trik yang sedang saya coba laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Buat daftar perincian pemasukan dan pengeluaran&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Membeli buku kecil dan menuliskan dengan rinci pemasukan dalam sebulan (uang jajan atau keuntungan bisnis kecil-kecilan) dan pengeluaran mulai dari jajan makan siang, pulsa, pengeluaran akhir minggu, pengeluaran untuk hobi apapun itu yang memakai uang dari pemasukan. Jika seandainya kita terbiasa besar pasak daripada tiang, niscaya kita akan merasa bersalah melihat perincian itu. Dan kalaupun kita sedemikian borosnya paling tidak kita tahu kemana uang kita lari dan bisa dijadikan pelajaran untuk bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;2. Buat perencanaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perencanaan yang dimaksud bisa disebut sebagai ‘jatah’. Tentukan berapa kali kita boleh jalan bersama teman-teman beberapa waktu. Tentukan juga berapa kamu harus menabung setiap kali dapat uang jajan. Tidak perlu muluk-muluk, lima ribu rupiah rasanya cukup dan langsung sisihkan uang tabungan itu begitu pertama kali menerima uang jajan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;3. Pilih mall mahal&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ini adalah trik favorit sahabat-sahabat saya dan saya ketika suntuk menerpa, kangen melanda tapi sayang keadaan finansial sedang kurang mendukung. Carilah mall mahal untuk jalan karena uang kita tidak akan terkuras untuk membeli aksesoris atau barang apapun yang menggoda hati. “Cara kasar” kadang begitu efektif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;4. Pikir ulang sebelum membeli barang&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Nasihat yang sudah sangat sering saya dengar. Pada intinya, kita harus punya alasan ketika akan membeli sesuatu. Tapi lebih baik kalau alasannya bukan harga yang murah atau ini hari terakhir sale atau modelnya lucu juga (padahal kita sudah punya lusinan barang seperti ini di rumah) tapi lebih ke saya butuh barang ini untuk ‘itu’, lalu pastikan apakah barang ini hanya untuk sekali pakai dalam acara ‘itu’ atau bisa kita pakai lagi seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;5. Bawa bekal dan air putih dari rumah&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kalau yang ini namanya sekali tepuk dapat dua nyamuk. Selain bisa menghemat pengeluaran dengan cukup efektif kita bisa sekalian memulai hidup sehat dengan membawa bekal sendiri. Kita semua tahu jajanan luar banyak yang tidak higienis dan nilai gizinya diragukan. Jadi kenapa kita tidak mulai mengganti cemilan siang kita dari makaroni goreng bersalut bumbu vetsin dan bubuk cabe dengan buah segar atau roti bikinan ibu kita. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;6. Buat rules pribadi mengenai keuangan&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Misalnya prinsip ‘tidak boleh pinjam uang’ atau ‘paling tidak sisanya sekian setiap bulan’ atau ‘boleh jajan ini kalau sudah begini’ itu terserah. Bisa juga berupa ‘penghargaan’ karena sudah berhasil menabung.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;7. Tentukan pula pengawas finansial pribadi&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hanya kita yang bisa menjadikan rules diatas efektif, maka jadilah disiplin dan angkat orang terdekatmu untuk jadi pengawas finansialmu kalau disiplin akan keuangan itu sulit, maka orang ini bertugas memberikan hukuman jika kita gagal menabung atau kelepasan hingga fatal. Orang-orang yang berwenang-seperti ibu- mungkin akan lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;8. Buka rekening di Bank atau bagi uangmu dalam beberapa dompet&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Membuka rekening di Bank akan mempersulit kita menghabiskan uang untuk kebutuhan semu yang tidak perlu. Bisa pilih rekening biasa atau deposito yang butuh beberapa waktu untuk dapat diambil. Terserah, semua tergantung ‘keteguhan hati’. Atau kita juga bisa membagi-bagi uang tabungan kita dalam beberapa dompet agar kita merasa ‘uang gue masih dikit’ dan menimbulkan semangat menabung. Selain itu membagi uang dalam beberapa dompet juga berfungsi ketika kita ada musibah kecopetan misalnya atau dompet yang kita bawa hilang, kita masih punya simpanan langsung di dompet lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;9. Pekakan radar bisnismu&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Yang ini hanya tips ringan untuk menambah uang jajan. Teman saya terlihat begitu brilian saat menjajakan DVD lamanya dan kartu capsa strawberry shortcake-nya yang sudah membosankan untuknya. Jadi kenapa kita tidak menilik lemari kita, mungkin kita bisa mengikuti jejak teman saya yang satu ini?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Silakan dicoba siapa tahu efektif. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa minggu sebelum ulang tahun saya yang ke tujuh belas, ibu saya sudah mewanti-wanti agar saya secepatnya membuka rekening pensiun di bank (yang sampai sekarang belum juga saya laksanakan), saya pikir memang penting memikirkan kesejahteraan masa tua kita nanti dari sekarang. Karena belajar dari pengalaman orang yang lebih dulu mengalami masa tua mereka, tidak jarang yang ketika muda mereka kaya dan punya gaya hidup tersendiri tapi ketika tua mereka hidup pas-pasan dan bergantung pada anak. Ibu saya bilang uang pensiun dari perusahaan tidak seberapa besar maka tetap saja kita harus menyiapkan dana masa senja kita dan punya investasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Impian saya  untuk masa tua saya adalah tinggal di desa dan di sana saya hanya berdoa juga melakukan hoby-hoby yang sekarang terpaksa saya abaikan dulu (bermusik, menulis seharian, melukis, melatih anak-anak teater dan lain sebagainya). Karena itulah saya harus menabung dari sekarang. Saya takut masa tidak produktif saya nanti diwarnai hal-hal menyeramkan yang tidak sesuai keinginan. Mari kita wujudkan masa tua yang harmonis dan bebas hutang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-2046521138455586314?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/2046521138455586314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/12/pengaturan-finansial.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2046521138455586314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2046521138455586314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/12/pengaturan-finansial.html' title='Pengaturan Finansial'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-3835717128714295246</id><published>2009-07-25T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T17:49:38.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curcol'/><title type='text'>Hai hai hai</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lama gak posting. Blog ini sungguh terbengkalai. Sebenernya saya pengen nulis banyak, mulai dari liburan spontan dan bla bla bla, tapi gak sempet-sempet. Maklum, saya lagi "mengencangkan ikat pinggang". Kalo ada waktu sedikit, setelah dipikir-pikir emang lebih baik buat belajar. Jadi yah, sekarang saya sering pulang telat. Dan gak ada waktu untuk menunggui speedy yang lemot sangat ini untuk sekedar menulis keluhan di blog ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengen ngeluh. Hohohoho. Walaupun bisa dibilang ini baru stretching, prolog kelas tiga ini "lumayan" juga lo. Dimulai dengan intro yang lumayan sesuai keinginan. Sekelas lagi bersama Dinda dan Pramud. Sedih deh, gak bisa pulang bareng para LC (genk-26-turun-superindo-kecuali-gue-turun-MM) lagi gara-gara jadwal les yang tabrakan. Ini gara-gara ILP, haha. Dan niat untuk sedikit lebih rajin yang mulai membuahkan hasil. Sekarang gue udah gak terlalu blank loo sama fisika. hehe. Dan ternyata gue mesti mengatur ulang jadwal les ini-itu bla bla bla. Dan juga sepertinya memperbaiki pola makan kalo gak mau disangka anoreksia beneran. Oh iya, sampe dua minggu ini, gue belom pernah tidur di kelas! Alhmadulillah. Yah pokoknya secara keseluruhan  prolognya mengisyaratkan tahun ini akan lebih "mudah untuk dinikmati" daripada tahun kemaren. Amiin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bingung mau nulis apa lagi. Sebenernya gue banyak mendapatkan banyak pandangan-pandangan baru, tapi lagi mandek sekarang, ya udahlah. Biarin aja postingan ini jadi ngalor ngidul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oh iya, seminggu lalu 2 hotel di mega kuningan di bom. Ckckckck. Jujur, gue jadi agak parno. Memang susah dan merepotkan dan membuat trauma kalo udah berurusan dengan orang-orang dengan campuran idealis-anarkis-berani mati ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hm... apa lagi ya. Oh iya, gue gak nyangka perolehan suara JK serendah itu. Gue kira buaian janji pro rakyat Mega gak akan menolong jumlah suaranya dan kalo sampe ada putaran kedua yang bakalan masuk SBY-JK. Ah yasudahlah ngomongin politik bete juga lama-lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anyway, gue bingung mau nulis apalagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doain gue ya biar tahun ini happy ending. :)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-3835717128714295246?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/3835717128714295246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/07/hai-hai-hai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3835717128714295246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3835717128714295246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/07/hai-hai-hai.html' title='Hai hai hai'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-5407863816961097623</id><published>2009-06-12T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T18:03:04.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latihan Essay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Perubahan dan Zona Nyaman</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kalo yang ini terinspirasi dari ‘Tidak Ada yang Konstan’ di gini-arimbi.blogspot.com (visit ya). Satu hal yang membuat saya tidak nyaman, perubahan drastis. Bahkan saya cenderung takut. Lalu apa yang biasanya dilakukan orang-orang saat merasa tidak nyaman?Menghindarinya kan? Tapi sayang, saya gak mungkin bisa menghindari perubahan. Karena itu takdir. Itu memang sesuatu yang semestinya terjadi dan harus kita hadapi (kalau kita cukup berani).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalo diibaratkan, zona nyaman kita adalah cahaya lurus konstan. Dan perubahan adalah media kasar yang menghasilkan pemantulan baur. Dan difusi cahaya inilah ‘zona nyaman’ kita sekarang, membaur, tidak teratur,mengejutkan dan membuat kita tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan, seringkali lebih merupakan sesuatu yang bukan kita inginkan. Tapi yang lebih berat lagi sebenarnya menghadapi keadaan fluktuatif dan proses adaptasi terhadap perubahan itu sendiri. Lalu, bagaimana cara menghadapi perubahan? Ikut berubah. Ya, selama itu bukan perubahan mendasar seperti karakter. Mungkin misalnya merubah cara pandang dan cara menyikapi sesuatu yang berubah itu. Karena kalau kita terus menerus statis, tetap terkungkung pada masa lalu dan zona nyaman lama kita yang bakal ada hanyalah derita-derita-dan derita. :p . (menginginkan sesuatu yang sudah tidak ada –karena berubah- memangnya apa yang bakal terjadi karena itu?)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, karena perubahan terkadang menyakitkan, saya jadi memotivasi diri saya sendiri untuk tidak merasa terlalu nyaman bahkan di dalam zona nyaman saya sendiri. Karena suatu hari, pasti zona nyaman kita akan berubah menjadi bukan zona nyaman. Intinya, saya cuma bersikap waspada dan menjaga jarak. Ibaratnya jangan terbang terlalu tinggi kalo gak mau jatuh terlalu sakit. Guru saya pernah bilang ketidaknyamanan itu kunci kesuksesan. Mungkin maksudnya setiap orang yang sudah berhasil memang harus menghadapi fase ‘tidak nyaman’. Karena itu, jadi, ya hadapi saja perubahan. Tapi sebagai tindakan preventif, saya merasa lebih baik tidak usah merasa terlalu nyaman sekalian.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Tapi lepas dari itu semua, saya percaya time heals anything. Suatu saat mungkin kamu harus terpisah dari zona nyaman kamu, tapi perlahan-lahan kamu akan membangun zona nyaman baru-bahkan tanpa kamu sadari-. Dan saat kenyamanan baru mulai terbentu, bahkan kamu akan lupa pernah merasakan kenyamanan yang sebelumnya. Yah, bersyukurlah kita punya titik jenuh. Otak kita punya titik jenuh dan merasa lelah kalau terus-terusan memikirkan hal itu saja. Karena sebenarnya adalah suatu kebutuhan bagi diri kita sendiri untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang lebih relevan. Saya percaya kok, selama kita gak menutup diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-5407863816961097623?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/5407863816961097623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/06/perubahan-dan-zona-nyaman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5407863816961097623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/5407863816961097623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/06/perubahan-dan-zona-nyaman.html' title='Perubahan dan Zona Nyaman'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-818344077127233718</id><published>2009-06-12T07:52:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T17:57:30.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curcol'/><title type='text'>Have a Nice Day</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah membaca postingannya Dijelennon di volgoriancabalsette.blogspot.com (visit), yang berjudul Hava a Nice Day yang bercerita tentang hari buruknya. Oke, kita semua punya hari buruk. Atau, sesuatu yang kita sebut hari buruk. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hm.. pengen bilang ke diri sendiri sebenernya “have a nice day”, tapi di postingan ini saya lagi pengen ngeluh. Minggu-minggu ini bener-bener minggu –merasabersalahkalaubersantai-. Yap, UB semester 2. Saya berharap, berharap dan berusaha buat bisa ngejadiin UB ini sebagai pemanasan untuk persiapan menghadapi semester-semester krusial yang udah di depan mata. Jadi, saya udah ambil ancang-ancang jauh-jauh hari sebelumnya. Lebih jauh dari yang biasa saya lakuin. Belajar-belajar-belajar. Dan hasilnya di minggu-minggu dimana semua orang menjadi sangat individualis ini (kesialanmu adalah keberuntunganku [kalau itu tidak terlalu kasar]), yang ada saya malah stress. Well, saya gak tahu si stress itu apa, tapi gejala fisik kayak berat badan menyusut, ‘siklus’ yang kacau, gak bisa tidur nyenyak, heart beat, gampang sakit perut, well… itu namanya stress bukan? (have a nice day! –or week?-)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diawali dengan diare yang melanda akhir minggu lalu (have a nice week!). Sukses memundurkan acara-belajar-akhir-pekan- yang seharusnya jadi waktu paling efektif untuk belajar sebelum UB. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus yang mengecewakan dan bikin down, udah belajar tetep aja remed (have a nice week!). Minggu ini benar-benar titik gue-tukang-putus-asa-merasa-benar-benar-buruk-dan-ketakutan-akan-masa-depan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Well… sebenernya dari semua keburukan (atau apa yang gue sebut buruk) itu bukan takdir, itu adalah kesalahan yang masih bisa diperbaiki. (Alhamdulillah)&lt;br /&gt;Dari ‘keburukan’ pertama saya –stres gak jelas beserta akibatnya-. Itu sebenarnya cuma bentuk kompensasi untuk saya karena gak siap UB. Itu adalah harga-yang-harus-saya-bayar- dari sikap apatis saya terhadap urusan sekolah selama ini. Lalu akhirnya kepanikan itu pun melanda dan menyajikan beragam akibat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Terus, masalah diare itu. Ini pelajaran untuk kita semua. Perhatikan apa saja yang masuk ke perut kamu terlebih kalo itu udah H-7 UB semester 2 (atau H-7 simak-UI, H-7 utul UGM, H-7 kawinan kakak atau H-7 acara penting kalian). Karena disaat diare itu melanda kamu gak akan bisa mikirin konsentrasi. Kamu gak akan bisa mikirin efisiensi mesin Carnot karena yang ada di otak kamu cuma kloset-new diatabs-kloset-neo entrostop-kloset-oralit. Jadi berhentilah makan makanan ‘sintetis’ dan berhenti makan ‘keripik radang tenggorokan’. (fyi, keripik yang sarat akan MSG dan mechin ini selain membuat amandelmu bertambah besar juga bisa menurunkan daya intelegensi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan tentang remed tiada batas itu. Hm, dear, jangan mulai bertingkah kaya 'pengacausistemyangberkuasa' dan antek-anteknya yang cuma fokus pada hasil akhir dan gak peduli sama prosesnya. Terserah lo mau nyontek, ngebet atau usaha keras yang penting hasil akhir lo memuaskan. Kali ini tolong jangan terjebak sistem. Tapi ternyata selama ini saya begitu memikirkan hasil akhir. Makanya selalu baru belajar keras pas udah deket-deket hari H. Padahal kalo yang kita cari cuma sekedar nilai, dengan sedikit pengetahuan tentang hack-mengehack, lo bisa dengan mudah menyabotase nilai-nilai di SAS, abis itu lo bisa tenang-tenang aja walaupun otak lo gak ada isinya. Buat apa kita sekolah kalo kayak gini? Kayak yang saya kutip dari sebuah artikel di kompas "...bahwa pendidikan bukan hanya sekedar masalah manajerial saja-sampai harus disertifikasi dengan ISO- tetapi bagian dari proses kebudayaan guna menumbuhkan kepercayaan dan integritas diri sebagai individu dan warga bangsa negara. Dengan demikian pendidikan akan melahirkan manusia yang memiliki kepercayaan diri tinggi untuk hidup merdeka. "  Jadi mulai sekarang, lupakan belajar kebut semalam kalau ingin pintar. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Sebenernya hari buruk, nasib buruk or whatever you call it itu gak ada. Itu semua cuma sesuatu yang harus kita tanggung karena kita melakukan kesalahan. Saya percaya dengan pepatah lama ‘apa yang kamu tanam, itu yang kamu petik’ itu bener banget walaupun terdengar klise dan begitu teoritis. Dan mari mencoba untuk tidak mengeluh, di luar sana lebih banyak orang-orang yang hidup lebih susah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-818344077127233718?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/818344077127233718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/06/have-nice-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/818344077127233718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/818344077127233718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/06/have-nice-day.html' title='Have a Nice Day'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-1325324087833217927</id><published>2009-05-04T07:42:00.001-07:00</published><updated>2009-12-29T17:53:21.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curcol'/><title type='text'>Waktu yang Berkualitas</title><content type='html'>Hari ini saya kebingungan milih. Ikut bonyok  yang ngajak pergi, latihan drama atau jalan sambil merancang  film dokumenter bareng temen-temen smp. Akhirnya, menimbang saya udah lama gak ketemu mereka (gak segitu lamanya juga si) dan rasa tanggung jawab sama temen-temen yang lain, akhirnya saya milih ketemu temen smp dan latian drama setelahnya (walaupun agak telat, dan hampir batal karena hasutan Nikki dan Amel).&lt;br /&gt;Biar abis ketemu bisa langsung gampang ke rumah temen,  saya mutusin buat ketemuan di castle burger yang deket sama Persada. Dan di sanalah saya, menunggu teman-teman yang masih terjebak kemacetan di kemang sambil berfirasat apa mending gak latian drama sekalian... Hari ini saya mau ketemu Nikki (yang hobbi akting) dan Amel (yang suka ngatain saya dan Nikki aneh juga lebay, whereas, she does too.haha). Setelah beberapa lama nunggu sambil kertas menu tetap di meja, tiba-tiba… dari arah luar datang si Zahra temen sekelas yang harusnya latian drama juga kaya saya tapi dia izin mau ke kawinan sepupunya.&lt;br /&gt;Zahra : Lah Rin, gak latian drama? (nada agak kaget)&lt;br /&gt;Gue : Hm, hm, ya ntar, emang udah mulai ya? Hehe, mau janjian dulu sama temen. (yah, ke-gape sedikit niatan bolosnya)&lt;br /&gt;Zahra : Berdua aja?&lt;br /&gt;Gue : Enggak, bertiga&lt;br /&gt;Zahra  : Oooo (bla-bla-bla akhirnya Zahra balik lagi ke mejanya)&lt;br /&gt;Dan saya nunggu lagi. Tapi berkarya harus tiada henti. Jadi sembari menunggu saya ngegambar bapak-bapak di meja seberang di belakang kertas menu. Sampe akhirnya mereka pada dateng, (komentar pertama Nikki : sok gambar sketsa ni ah.haks) sambil ber- “Haaalllo Ariiin!!” agak keras. Dan emang dasar temen-temen saya ABG tulen jadi wajar kalo pada gak nyadar suara mereka membahana seluruh castle pas nyapa saya itu. Sampe si Zahra yang bisa dibilang anak paling normal dan realistis di kelas saya nanya “Itu temen-temen lo rin?”&lt;br /&gt;Ya sudahlah, seraya mereka dateng langsung duduk sambil mulai menghasut saya buat gak usah latian drama masih dengan ke-ABG-an itu (baca : suara bahana). Terus kita nelepon si Ila(yang pengen jadi sutradara) buat ngajakin kumpul sekalian berhubung kita ngumpul emang niatnya ngomongin film dia eh dia malah gak dateng katanya lagi banyak tugaslah apa. Ya sudah akhirnya kita mengobrol-ngobrol, (diselingi menghasut saya lagi dan lagi) mulai dari ngomongin merk rokok si *beep* yang beralih dari Marlboro merah ke Marlboro apa gitu gue lupa (baca : hal gak penting) sampe curhat-curhat biasalah cewe (baca : hal penting).&lt;br /&gt;Dan sampai makanan kita habis, mereka masih menghasut saya sekarang lengkap memberikan alternatif alasannya juga mulai dari bilang aja mau jenguk temen sakit (ini kebohongan, saya gak mau)  sampe alasan sinetron “karena-kamu-mantanku“ (terlalu dramatis, bisa-bisa saya diketawain yang punya rumah) tapi saya memutuskan  untuk dateng dulu ke rumah temen saya dan melihat keadaan. Dan bagai gayung bersambut (apa dayung bersambut?) ternyata anak-anak yang lain belom pada dateng, dan akhirnya saya jalan dulu bareng temen-temen saya itu.&lt;br /&gt;Mengingat krisis financial yang sedang mendatangi kami bertiga secara bertubi-tubi, akhirnya kita memutuskan untuk jalan ke Senayan biar gak tergoda beli-beli. Ya tergoda si tergoda, cuma gak sanggup beli aja kalo gak ada bonyok.&lt;br /&gt;Tapi tak disangka tak dinyanya tinggal 1 km lagi masuk tol dalam kota Amel dapet telpon dari bokapnya, “Amel, jemput kakak di Bandung sekarang.” Waaa… batalah seluruh rencana kita, akhirnya kita puter balik pulang lewat kalimalang yang ternyata padat banget. Udah mana panas pula. Di jalan kita bikin video yang (harusnya) berisi motivasi dan support buat Ila untuk jadi sutradara yang bakal dikasih liat ke bonyoknya biar jalan Ila buat jadi sutradara bisa dibolehin sama mereka.&lt;br /&gt;Tapi tapi tapi, berhubung itu jalanan macet parah ditambah silau dan bosen isi videonya jadi ngalor ngidul ngomongin mantan-mantan pacarlah, curhat colonganlah udah mana kelepasan ada joget-jogetnya segala. Jadi batalah niat suci kami mendukung Ila.&lt;br /&gt;Dan… setelah muter di Radin Inten, si Amel dapet telpon lagi dari bokapnya, “Mel, kakak udah di jalan, boleh main lagi. “ Waaa… kenapa gak daritadi om? Udah masuk Kalimalang ini... Ya mau aja balik lagi tapi udah keburu males liat jalanan arah baliknya. Ya sudah akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke arah pulang tanpa tujuan jelas. Eamng niatnya dari awal cuma pengen kongkow sambil ngomongin film. Di jalan akhirnya kita bikin video-video lagi sampe part III, foto-foto dan Nikki liat kanan-kiri semangat banget nyuruh gue cari pacar baru dan nemuin cowok di Kia Sporty item sebelah. Kocak juga ngeliatin orang lagi bete nunggu macet, mulai dari bolak-balik liat jam (kayaknya telat janjian) sampe garuk-garuk kepala (kayaknya ketombean). Semoga aja tuh cowok gak nyadar kalo dari tadi di shoot.haha. Emang hari ini penuh dengan keenggakjelasan.&lt;br /&gt;Dan akhirnya kami terdampar di mall Nyari Fanta Aja Susah Dan Demi Pertimbangan Beberapa Hal Lebih Baik Namanya Kami Samarkan (sebut saja Mall NFASDDPBHLBNKS). Nyari minum sama makan dimsum. Di mall NFASDDPBHLBNKS ternyata ada toko buku second dan saya nemuin buku yang ada karya-karyanya Affandi dan memang Affandi sang maestro ekspresionis, karya-karyanya memang tiada duanya. Keren deh, pokoknya. Saya inget pernah soksok nyoba gaya dia, tapi jadinya malah abstrak gagal gak jelas. Ngelukis penari bali, malah dikira Nyi Roro Kidul sama ade’ saya. Dan akhirnya setelah puas ini-itu gak jelas, kita balik ke aktifitas masing-masing lagi. Dan saya balik ke rumah temen di Persada buat bikin bunga-bungaan dari kertas crepe seharga 7000/lembar buat drama (Apid salah beli, padahal ada yang 1000an harganya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang bener ya, kalo bareng temen semua berasa menyenangkan. Walaupun yang kami lakukan hanya spontanitas-spontanitas dan berbagai ke tidak jelasan dan tanpa tujuan, tapi spending time bareng mereka membawa angin segar bagi kehidupan yang menjenuhkan ini (saya bosan rutinitas, bu) dan lumayan mengistirahatkan saya dari atmosfer tegang di sekolah dan kehidupan edukasi saya yang berantakan akhir-akhir ini (nilai turun, nilai remed gak masuk, SAS eror, tugas ini-itu, ulangan yang boleh dibawa pulang –kurang cacat apa lagi sekolah gue?-, waktu belajar yang bisa dibilang gak efektif akhir-akhir ini mana kalo di sekolah bawaannya pengen tidur mulu). &lt;br /&gt;Waaa… I love this quality time!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-1325324087833217927?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/1325324087833217927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/05/waktu-yang-berkualitas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/1325324087833217927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/1325324087833217927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/05/waktu-yang-berkualitas.html' title='Waktu yang Berkualitas'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-6780028946199053287</id><published>2009-02-27T22:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:06:35.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>Murid Teladan?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apa gue benci fisika? Hm...enggak, ditengah sulitnya pelajaran itu tapi terasa sangat puas kalo bisa mecahin soal. Saya cuma merasa fisika gak ada dalam zona nyaman saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi apa yang bisa gue lakuin di pelajaran fisika? Itu benar-benar pertanyaan dengan jawaban mudah dan tidak berbobot.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi ini yang bisa gue lakuin di pelajaran fisika...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berebut tempat di barisan kedua dengan maksud ingin mendengarkan pak anton agar sedikit mengerti. Selang beberapa waktu saat papan tulis mulai penuh, ternyata bukannya setetes ilmu dari pak anton yang didapat tapi otak terasa makin keruh. Dan akibatnya, selembar kertas putih dan pensil menjadi lebih menarik daripada fi-si-ka itu, ya udah deh, ngegambar lebih enak. Sambil sayup-sayup terdengar suara orang ngomong, "...ya jadi ini torsinya bisa didapat dengan...." dan resah-resah ngeliatin jam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan akhirnya di lain-lain waktu, begitu pelajaran fisika, langsung aja ngambil tempat paling belakang, siapin head set atau apa kek empuk-empukin tas biar enakan buat tidur. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berakhirlah karir saya sebagai murid ingin pintar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi belakangan ini saya mulai mikir, "gimana nasib gue tahun depan, kalo gak ngerti fisika sama sekali..." segala probabilitas untuk masuk ITB atau ngambil jurusan ipa apa gitu jadi terasa memudar. Karena itu saya jadi mulai introspeksi perihal alasan-alasan kenapa fisika tidak terdapat dalam zona nyaman saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Saya gak suka buku fisika saya, pink-nya aneh. Agak aneh juga isinya. Bayangin aja, masa di semua bab, di  pendahuluan pasti ditulis "...nah, sekarang mari kita pelajari bab ini dengan gembira dan antusias..." (???). Udah keburu muak gue liat buku aja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Saya gak pernah bawa buku, abis buku fisika berat dan terasa percuma juga kalo gue bawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Sekalinya gue bawa buku, buku gue terlihat masih sangat baru dan rapi a.k.a. emang gak  pernah dibuka apalagi dibaca di rumah (ataupun di sekolah)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mengingat semua alasan itu, ditambah mengingat hal-hal yang saya lakukan selama pelajaran fisika (misalnya menggambar, mendengarkan lagu, tidur, mencetin jerawat), maka tampaklah sekelebat bayangan muka mama papa yang mengharapkan gue masuk FK (dan entah gue bisa apa enggak setelah semua yang gue lakukan di pelajaran ini-dan di beberapa pelajaran ipa lainnya-) juga sekelebat bayangan muka guru-guru fisika saya sedari smp yang sudah susah payah mentransfer ilmu tapi sayanya eror terus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;For God's sake, nista banget gue jadi anak, jadi murid juga..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu, saya belum selesai berfikir. Saya mikir lagi gimana caranya jadi murid agak teladan sedikit. Dan agar tidak menjadi murid nista seperti saya, saya punya beberapa saran semoga lurus...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Turunkan nilai marjinal kemuakan lo terhadap fisika. Misalnya lo muak ngeliat rumus fisika yang lebih banyak daripada jumlah soal ulangan fisika itu sendiri, nah, catat semua rumus gede-gede di kertas gambar A3 terus tempel deh, di tembok kamar, liatin tiap hari. Awalnya muak, lama-lama nilai marjinal kemuakan lo itu akan segera turun. Haha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Belilah buku fisika yang benar-benar akan kamu baca&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Belilah spidol warna-warni yang akan membuatmu tertarik membaca catatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Tutor sebaya. Haha, cara paling efektif kalo lo udah terlalu cape buat bimbel dan kalo bimbel pun bisa dipastikan lo cuma bakal tidur di sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Berniat baiklah sedikit, baca aja buku fisika lo sehari sebelum pelajaran fisika, apalagi kalau mengingat cara ngajar guru lo yang gak akan bisa dimengerti kalo dari awal otak lo kosong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Kalo emang niat banget, duduk aja paling depan tiap pelajaran fisika, jauhkan hal-hal yang menggoda. Misal kudapan, hand phone dll. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yah,beberapa saran ini belom gue coba sih.haha. Coba deh lo coba, kalo berhasil gue juga mau coba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gue tetep pusing sama fisika, tapi mau gimana lagi, udah masuk ipa, ya mestinya dari awal tau bakal ketemu yang beginian bukannya pelajaran memasak atau teater. Jadi ya, hadapi saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oh,iya, saya inget sama kata-kata Pak Mufid. Kita tuh mesti punya mind set. Jangan membiarkan hidup kita mengalir bagai tokay dalam air. Begitu kata beliau. Jadi kalo dari awal pengen jadi akuntan, gak usah repot-repot masuk IPA, ilmunya pasti mubazir dan kebuang. kalo pengen jadi dokter, ya ipa jalannya. Tapi sekarang saya bingung, kalo cita-citanya pengen jadi pemusik, seniman , atlet, atau sutradara mesti masuk jurusan apa di SMA? Apa gak usah sekolah? Haha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kenapa gak ada jurusan seni dan jurusan olahraga di SMA?&lt;/strong&gt; Apa menurut si pembuat sistem IPA IPS itu udah mencakup semuanya? Enggak kan. Dari sistem kita aja, bukan sistem yang menuntut kita untuk punya mind set. Contoh deket aja, kalo gue pengen jadi dokter, berarti gue mesti masuk ipa. Gue mesti belajar fisika dan padahal yang kepake palingan biologi matematika. Mau dikemanain ilmu fisika gue? Palingan jadi sampah, sama aja nyape-nyapein. Sekarang ditambah lagi lo bisa ngambil jurusan IPC kalo mau kuliah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hah. Sistem apa kayak gini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yah, walaupun kemungkinan saya juga bakal ngambil IPC.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temen saya yang pengen jadi atlet futsal terpaksa masuk jurusan IPA. Ilmu-ilmu dia buat apa ntar? Kebuang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temen saya yang lainnya pengen jadi sutradara, niat banget dia pengen sekolah ampe Hollywood, tapi gak diizinin hidup sendiri di sana sama bokap nyokapnya. Bolehnya ntar. Sekarang sekolah di sini dulu. Dan masuk jurusan apa? IPA. Gak ada hubungannya sama dunia perfilman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kenapa ya kita dituntut untuk belajar SEMUANYA?&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenapa kita perlu mikirin prospek pekerjaan apa aja yang terbentang seandainya kita milih suatu jurusan. Saya tau, atlet dan seniman kurang dihargai di sini. Kesempatan untuk menjadi 'kaya' nya kecil.  Tapi apa kita gak bisa menciptakan prospek pekerjaan itu sendiri?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya berharap, berharap sekali. Suatu saat nanti situasi dan SISTEM bisa membiarkan kita memilih sesuatu yang memang kita mau, sesuatu yang dari hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin kalau kita dibiarkan memilih apa yang kita sukai dari hati dan dididik lebih matang dan lebih FOKUS pada hal itu saja, kita bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dan lebih NYATA untuk orang tua, nusa bangsa almamater, haha apalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oke,haha. Belajar fisika yuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hehe&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-6780028946199053287?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/6780028946199053287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/02/murid-teladan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6780028946199053287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6780028946199053287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/02/murid-teladan.html' title='Murid Teladan?'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-2798164806398116433</id><published>2009-01-30T05:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:00:18.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curcol'/><title type='text'>Menemukan Tempat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Judul hari ini adalah 'finding my place in life'.  Apa tempat saya ada di sini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu pertanyaan yang sangat bagus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi saya ingin membicarakan tentang kesalahan-kesalahan fatal yang sudah saya buat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu, saya salah menempatkan diri. Saya bersalah,karena ada di sini. Saya pikir, ini bukan tempat saya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seharusnya saya ada di Afrika, mengagumi dan membaui rumput.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau di depan jendela besar, menulis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, apa itu menemukan tempatmu? Itu adalah menemukan tempat dimana kamu mencapai titik klimaks, ejakulasi. Begitu istilah Putu Wijaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasakan kepuasan entah semu tapi penuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya seharusnya ada di belakang panggung, berlatih teater bersama teman saya yang juga setengah gila.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukannya duduk di kelas pengap mendengarkan bagaimana cara menghitung gaya yang dihasilkan 2 orang habis tabrakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya terjebak sistem. Itu yang terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan berusaha mengejar karier agar hidup kaya sambil mencari jodoh termasuk sistem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua, kesalahan saya adalah menyesal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus-menerus merasa salah tempat yang berakhir jadi mengharap-harap kembali ke masa lalu adalah percuma.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-2798164806398116433?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/2798164806398116433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/01/menemukan-tempat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2798164806398116433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2798164806398116433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/01/menemukan-tempat.html' title='Menemukan Tempat'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-6253129201620494631</id><published>2009-01-03T06:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:00:49.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>sinus dan kosinus 45</title><content type='html'>&lt;p&gt;Masih ingat dengan pelajaran trigonometri?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tolonglah diingat sedikit saja...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sinus 0 adalah 0&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kosinus 0 adalah 1&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sinus 90 adalah 1&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kosinus 90 adalah 0&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam banyak kasus...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laki-laki adalah grafik kosinus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan perempuan adalah grafik sinus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada titik awal atau titik nol derajat, laki-laki berada pada titik puncaknya atau pada titik 1. Dan perempuan berada pada titik 'biasa saja' atau pada titik nol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, pada masa awal suatu relationship, kita bisa liat kan para pria diluar sana mengejar perempuan-perempuan bagaikan mangsa dengan semangat menggebu. Sedangkan perempuan, pada awalnya, hanya diam saja, adem ayem walaupun agak menikmati...yah walaupun sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, karena pada dasarnya semua cowok mempunyai bakat alami sebagai seorang politikus. Perlahan-lahan hati para cewek luluh. Dan bagaikan grafik sinus yang terus merangkak naik, begitulah cara cewek menikmati suatu relationship. Dimulai dari titik nol. Dan pada kebanyakan cerita... berakhir dengan kehilangan kendali. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehilangan kendali pada perasaan mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan cowok, usai memangsa, dan mendapatkan apa yang mereka kejar, mulai menurunkan secara otomatis nilai marjinal terhadap suatu relationship. Dan bagaikan grafik kosinus yang perlahan-lahan turun, 'mungkin' begitulah para pria menikmati suatu relationship. Berakhir di titik nol, titik jenuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di akhir cerita, pada saat perempuan berada di titik puncak, titik paling menikmati relationship itu, titik paling-pada-akhirnya-sangat-menyayangi (atau apalah)-cowok-yang-memangsa-mereka-dan-membuat-hati-mereka-luluh, cowok ada di titik jenuh. Titik nol. Titik bosan. dan ingin lepas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;benarkah begitu menurut anda?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oke, dan karena sudah seharusnya alam ini seimbang. Seperti yin dan yang, kanan dan kiri atau musim kemarau dan musim hujan, maka sebaiknya bertahanlah  pada titik keseimbangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinus dan kosinus 45 derajat. Saat nilai kita, cowok dan cewek sama-sama 1/2 akar 2. Artinya, sayangilah pacarmu secara biasa-biasa saja. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NB : Saya gak tau hubungannya apa sama posting ini, tapi saya suka quote ini &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;"women made from the ribs of men, near his arm to be protected, near his heart to be loved."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-6253129201620494631?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/6253129201620494631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/01/sinus-dan-kosinus-45.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6253129201620494631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6253129201620494631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2009/01/sinus-dan-kosinus-45.html' title='sinus dan kosinus 45'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-4032305090116608626</id><published>2008-12-29T04:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:02:31.629-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>10 hal penting</title><content type='html'>Waktu perjalanan pulang dari sekolah di angkot, saya bersama teman-teman membicarakan tentang hal-hal yang dibutuhkan cowok. Dan ternyata ada 4 T-A paling utama yang dibutuhkan cowo, menurut teman saya inilah 4 T-A yang dibutuhkan cowo dengan urutan wanita, harta, tahta, dota.&lt;br /&gt;tapi satu-satunya cowok yang ada disitu-bisa ditebak siapa- menyela dan bilang kalo urutannya salah, yang benar adalah harta, tahta, dota dan wanita. Tentu saja kami tersinggung, tapi ngomong-ngomong saya juga punya list sendiri kok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hal-hal penting yang dibutuhkan cewek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Lip balm wangi pisang atau wangi apalah, dengan minimal SPF 15&lt;br /&gt;   Terutama bagi cewek-cewek di negara tropis nan eksotis seperti kita. Tentu saja lip balm sangat penting. Karena tentunya kamu tidak ingin punya cowo tapi bibirmu mengelupas akibat sinar matahari yang mengganas tak kenal ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Cotton bud&lt;br /&gt;  Karena tentu saja kamu lebih baik tidak punya pacar daripada kupingmu tersumbat kotoran kuning tapi tidak ada apapun yang bisa dipakai untuk mengoreknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sepatu flat&lt;br /&gt; Oh. Berterima kasihlah pada pencipta sepatu datar atau sepatu apapun yang tidak ada haknya. Karena pasti akan sangat menyiksa kalau harus jogging atau main badminton dengan memakai sepatu ber-hak 7 cm. Walaupun kamu punya cowok yang rela memijit kakimu setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pinset atau wax atau krim pencukur&lt;br /&gt;  Bayangkan saja kalau tidak ada alat ini saat kamu sedang bersama pacarmu tapi kamu merasakan adanya rambut-rambut di bawah lenganmu yang mengganggu. Tentu pacarmu jadi tidak seberapa penting, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Alat pencungkil sela-sela kuku kaki&lt;br /&gt; Aku tidak tahu alasan khususnya, tapi rasanya menyenangkan saat memikirkan alat pencungkil sela-sela kuku kaki lebih penting daripada pacarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sikat gigi&lt;br /&gt;  Simpel saja, pasti kamu tidak mau kan, punya pacar tapi terdapat begitu banyak cabe dan serpihan brokoli di sela-sela gigimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Susu tinggi kalsium rendah lemak&lt;br /&gt;  Sebagai cewek yang kadang jadi single fighter tentu dibutuhkan tulang yang kuat untuk menghasilkan tenaga tamparan/pukulan untuk menghadapi pencopet-pencopet di halte angkot atau bahkan mungkin untuk menghadapi pacarmu yang hobi menyiksa. Susu tinggi kalsium rendah lemak akan membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengetahuan soal kanker payudara, kanker serviks atau apapun mengenai tubuhmu&lt;br /&gt;  Karena walaupun kamu punya cowok, tapi kamu tidak tahu cara mendeteksi gejala-gejala dini kanker payudara, cowokmu tidak akan berarti apa-apa. Tubuhmu tentu lebih berharga daripada cowok, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Underwear, berikut kepedulian kita pada mereka&lt;br /&gt;  Akan sangat menyedihkan kalau kita punya cowok tapi kita tidak tahu cara menentukan ukuran bra kita atau tidak mengganti 'bawahan'mu yang karetnya sudah longgar dan kebesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembalut&lt;br /&gt; Tidak perlu diragukan lagi, tidak ada pembalut akan lebih merepotkan daripada tidak ada cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sebagai bonus, inilah urutan ke-sebelas...&lt;br /&gt;11. Cowo&lt;br /&gt; Oke, untuk mempermudahmu belajar akting menangis, untuk berlatih menonjok bantal, untuk mempercepat aliran emosi, membawakan bukumu yang berat, memijat telapak kakimu saat sakit perut akibat mens datang, mengantarmu pulang di malam hari, membelikan hot dog saat kantin sedang banjir, mempercepat aliran darah di otakmu, merangsang imajinasi, cowok gak terlalu buruk kok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-4032305090116608626?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/4032305090116608626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/10-hal-penting.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/4032305090116608626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/4032305090116608626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/10-hal-penting.html' title='10 hal penting'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-752393942716096194</id><published>2008-12-26T08:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T18:01:09.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Aku Sedang di Kamar</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aku sedang di kamar ketika berpendapat dunia terlalu kejam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena membuatku seperti sendiri dan teman-temanku membuatku muak!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena ga mengerti bahwa aku butuh dukungan serta pelukan dari seorang teman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan ocehan, olok-olok atau gosip murahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sedang di kamar ketika berfikir, "Bagaimana kalau aku sudahi semuanya?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Toh, semua akan berakhir sama?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sedang di kamar ketika berfikir, "Bgaimana caranya?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu kutabrakkan pada sebuah pohon&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan aku mati di antara semak-semak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau kupotong saja nadiku?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu darah menderas dari arteriku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan aku mati, tenggelam dalam ceceran darah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin aku bisa menjerat leherku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu wajahku akan membiru&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan aku mati dalam kekosongan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi aku terlalu banyak berfikir...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sedang di kamar ketika berfikir, "Aku tidak bisa"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak sanggup membayangkan wajah kecewa ayahku &lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika aku benar-benar melakukannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau membuat ibuku tidak berhenti menangis&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika aku benar-benar mati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sedang di kamar ketika tersadar, ini terlalu berharga untuk dilepas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan memang harus dijalani..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan atau tanpa teman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan atau tanpa HIV&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-752393942716096194?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/752393942716096194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/aku-sedang-di-kamar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/752393942716096194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/752393942716096194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/aku-sedang-di-kamar.html' title='Aku Sedang di Kamar'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-6843067363198128749</id><published>2008-12-26T08:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T17:56:12.471-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>Ini Bangsaku?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Waktu aku kecil, ayahku yang seorang raja bilang,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bangsa ini, bangsa yang makmur penuh dengan pohon rindang"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat aku bertanya, "Seperti apa bangsaku?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibuku yang seorang ratu berkata, &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Banyak kebun di kaki gunung, dan rakyatmu tidak pernah kelaparan"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat aku bertanya tentang keadaan lainnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dayang-dayangku berkata,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Indahnya bangsa ini seperti permadani hijau maha luas yang saangat indah, bahkan lebih indah dari permadani terindah di istana"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat aku minta jelaskan bagaimana keadaan negeriku kalau dilihat dari atas?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat aku beranjak besar, aku makin pensaran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku ingin duduk-duduk di bawah pohon rindang dan berlarian di kebun kaki gunung atau tidur di atas permadani hijau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu aku mulai berjalan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi tak temukan pohon rindang..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan meranggas, tapi gundul!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku kembali berjalan,lalu melihat sekelompok manusia sedang berkumpul&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan diskusi, tapi adu bicara bahkan bermain pukul!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan saat aku terbang, aku tak lihat permadani hijau itu?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang kulihat hanya... tanah cokelat gersang! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku bingung, mana bangsaku? Yang mereka ceritakan itu!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berteriak, bangsaku hilang...! Bangsaku hilang!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mana bangsaku?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang katanya indah, yang katanya damai..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, ini bangsaku?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-6843067363198128749?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/6843067363198128749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/ini-bangsaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6843067363198128749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/6843067363198128749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/ini-bangsaku.html' title='Ini Bangsaku?'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-3101255871648982429</id><published>2008-12-26T07:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T17:55:24.360-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemikiran'/><title type='text'>999 Kebahagiaan Lain</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada seorang temen saya yang lagi suka sama cowok. Tapi saya ngerasa rasa suka dia tuh udah ga sehat. Sms ga dijawab aja bisa langsung curhat sambil nangis-nangis. Kebetulan cowok yang dia suka itu kakak kelas yang tahun ini bakal lulus. Sebagai temen, saya gak mau dia tambah "parah" tahun depan disaat si cowok itu udah pergi. Apalagi kebetulan si cowo ini mau ngambil sekolah asrama yang gak bisa bebas pake alat komunikasi. Jujur, saya kasian sama temen saya itu, karena setiap hari selalu dihantui perasaan "takut". Akhirnya saya bilang ke temen saya, lo jangan lebay ah,rasa suka lo itu udah "gak sehat", bla...bla...bla...kalo dia ga di sini lo mau gimana dan sebagainya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan dia bilang, tenang aja, "penopang hidup gue ga cuma dia, dia itu cuma 1/5 dari kebahagiaan gue." Hmm..oke,oke, saya cuma bilang bagus deh kalo gitu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi kata-kata dia menginspirasi saya waktu besoknya guru saya bertanya tentang "seseorang", "Rin, si ***** apa kabar? Masih komunikasi gak?" dengan nada "menggoda". Saya jawab, "Kadang, kalau ada hari besar." Terus dia bilang, "oh, kirain masih suka...." Kali ini dengan nada "menjebak". "Se-perseribu yang udah lewat, gak usah diinget-inget lagi kan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abis itu saya baru sadar, kalo temen saya cuma punya 5 kebahagiaan, saya punya seribu kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cara ini cukup ampuh ternyata untuk ngelupain kenangan masa lalu yang menyenangkan (tapi menyedihkan kalo diinget). Mungkin mantan pacar, mungkin sahabat yang pernah jadi backstabber atau apapunlah. Dengan cara mengingat bahwa kita masih punya 1000 kebahagiaan. Kita bisa menomorakhirkan "perasaan-perasaan" kita terhadap kenangan masa lalu yang indah itu tanpa munafik bilang. "Sebenernya gue ga pernah sayang dia" atau "Sebenernya gue ga pernah seneng bareng dia". Artinya dalam cerita saya, saya mengakui kalau "seseorang" itu pernah bikin saya senang dan gembira. Tapi waktu dia pergi, bukan berarti saya jadi ga semangat. Karena dia cuma satu dari seribu kebahagiaan saya. Dan waktu dia udah gak ada lagi, bukan berarti saya langsung berubah jadi gadis pemurung. Karena saya masih punya sembilan ratus sembilan puluh sembilan kebahagiaan lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hmm... tulisan itu saya buat sekitar 3 tahun yang lalu,waktu sekarang saya baca lagi, itu sederhana sekali bukan. Kita emang punya seribu kebahaagiaan, -dan itu bukan majas hiperbol-. Lebih dari setengahnya saya yakin belum kita temuin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inti dari tulisan saya itu tentang paradigma. Kadang penting juga lo mendoktrin otak-atau mungkin perasaan-. Kalo saya lagi sakit perut, saya bilang "ga sakit, ga sakit, ga sakit." Dan itu membantu. Lain kali, coba aja, waktu lagi belajar, bilang ke diri sendiri, "gue bisa, gue bisa, gue bisa." Kita harus mencoba sendiri kekuatan parandigma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan lagi, kita seharusnya fokus pada apa yang kita punya, bukannya meratapi apa yang hilang dari kita. Kenapa kita harus menyesal dan meratapi 75 % energi yang sudah berubah bentuk, padahal kita masih punya 25 % energi potensial? Bersyukur. Manusia menjadi bahagia karena bersyukur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan belakangan ini saya pikir, karena Tuhan begitu baik, kalau Dia mengambil 1 kebahagiaan, pasti Dia ganti dengan seribu kebahagiaan, jadi kalo 1 kebahagiaan kita ilang, bukan sembilan ratus sembilan puluh sembilan kebahagiaan yang kita punya, tapi seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-3101255871648982429?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/3101255871648982429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/999-kebahagiaan-lain.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3101255871648982429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/3101255871648982429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/999-kebahagiaan-lain.html' title='999 Kebahagiaan Lain'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7010233996506029952.post-2287436255437310418</id><published>2008-12-18T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T17:54:02.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur Pribadi'/><title type='text'>mari tertawa sarkastis untuk kita</title><content type='html'>Aku sering berfikir,kenapa tidak ada mobil yang menabrakku waktu aku menyeberang?&lt;br /&gt;aku sudah lewat penyebrangan zebra,&lt;br /&gt;jalanku sudah sempoyongan, lengkap dengan bungkuk&lt;br /&gt;Menggoyang topi dengan baju lusuh dan mata sayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pandangan minta mati, bukan receh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67 tahu, 4,5 bulan&lt;br /&gt;habis di bus kota dan jalanan&lt;br /&gt;separuh dengan "gitar" usang&lt;br /&gt;separuh hanya menengadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tinggal menunggu kiamat.haha&lt;br /&gt;lalu surga atau neraka,&lt;br /&gt;m-a-n-a-a-k-u-t-a-h-u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang aku hidup untuk menghadap hidup,&lt;br /&gt;tapi hidup tak pernah hidup terhadap apa aku mau hidupku menghadap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aiy, lihat itu ada mobil&lt;br /&gt;aku lewat penyebrangan zebra&lt;br /&gt;aku berjalan sudah sempoyongan&lt;br /&gt;lengkap dengan bungkuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya!bagus! mobilnya makin dekat&lt;br /&gt;bajuku mendukung karena lusuh&lt;br /&gt;mataku berkerut sayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, sedikit lagi mobilnya menabrakku.&lt;br /&gt;aku tinggal menggoyang topi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bersiap mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bukannya kudengar tabrakan, malah decitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huh!dia sempat injak rem pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mataku yang rapuh makin sayu&lt;br /&gt;topiku makin kugoyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu,&lt;br /&gt;sekeping receh jatuh ke topiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7010233996506029952-2287436255437310418?l=arin-hime.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arin-hime.blogspot.com/feeds/2287436255437310418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/mari-tertawa-sarkastis-untuk-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2287436255437310418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7010233996506029952/posts/default/2287436255437310418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arin-hime.blogspot.com/2008/12/mari-tertawa-sarkastis-untuk-kita.html' title='mari tertawa sarkastis untuk kita'/><author><name>arin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18356671658377885810</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_QJFIpIHdBJQ/TFeeVN3jxPI/AAAAAAAAAHA/pMbDGyZidBc/S220/FOTO+GUE+009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
